Penggunaan Dan Perlakuan Biflex Anti Rayap 1 Liter

Produk termitisida di pasaran sudah sangat banyak sekali. Dari berbagai formulator yang ada di Indonesia sudah mengeluarkan berbagai varian dari anti rayapnya. Baik dalam bentuk cair, bubuk, maupun dalam bentuk cat. Salah satu produk yang ada adalah biflex anti rayap 1 liter. Yang mana anti rayap yang satu ini adalah jenis anti rayap cair yang harganya cukup terjangkau. Dimana adan bisa menemukannnya dengan mudah di toko-toko bangunan yang terdekat dengan rumah anda. Bahkan sekarang ini ada banyak orang yang menjualnya secara online. Namun ingat, jika anda membelinya secara online. Pilihlah juga yang paling dekat dengan rumah anda. Karena memang tak banyak jasa pengiriman yang mau mengirimkan bahan kimia cair aktif. Hal ini disebabkan rawannya tumpah atau bocor pada saat pengiriman.

Biflex anti rayap 1 liter ini diformulasikan dengan bahan aktif bernama bifentrin yang sangat efektif bekerja membasmi serangga rayap atau bubuk kayu. Sifat dari bahan ini adalah sistemik, bukan karsinogenik. Sehingga sangat aman. Selain itu tingkat iritasi dan penguapan sangat rendah terhadap kulit. Cairan ini bisa larut pada air maupun minyak sehingga bisa digunakan sebagai barier di tanah dan juga pelapis untuk perabotan rumah tangga anda yang terbuat dari kayu. Karena memang rata-rata anti rayap cair bisa digunakan atau diaplikasikan dengan beberapa teknik. Sehingga mempermudah dalam pembelian dan bisa difungsikan untuk beberapa kondisi.

Biflex anti rayap 1 liter ini sendiri telah dikenal di dua benua yakni Australia dan Amerika sebagai termitisida yang sangat efektif melindungi bangunan anda dari serangan reangga pemakan kayu berkoloni ini. Produk ini juga bisa digunakan baik untuk pra konstruksi maupaun pasca konstruksi karena memang bentuknya yang cair bisa larut dalam air maupun minyak. Serta bisa dlakuka  teknik pengaplikasian semprot, oles, serta injeksi. Karena memang ada 3 perlakuan yang biasanya digunakan untuk obat anti rayap. Yakni yang pertama adalah perlakuan dalam pra konstruksi, yang kedua adalah perlakuan dalam tahap pasca konstruksi serta yang ketiga adalah perlakuan pada gergajian kayu. Sehingga yang membedakan teknik pengaplikasian adalah pada ketiga perlakuan ini.